advertise with ongsono.com
 

Puasa Di Negeri Dekat Kutub

Posted on Monday, 19 June 2017


Indonesia terletak tepat di garis khatulistiwa sehingga panjang hari tidak bervariasi setiap tahun. lamanya berpuasa hanya 13-14 jam. Untuk Wilayah lintang tinggi (dekat daerah kutub), variasi panjang hari sangat menonjol. Musim panas merupakan saat siang hari paling panjang dan malam paling pendek. Sebaliknya terjadi musim dingin. Panjang hari berpengaruh pada lamanya berpuasa.

Puasa di bulan Juni , seperti pada tahun 1983, merupakan puasa terpanjang bagi wilayah belahan bumi utara, tetapi sebaliknya yaitu puasa terpendek belahan bumi selatan. Sedangkan puasa tahun 2000-2001, merupakan puasa terpendek bagi wilayah di belahan bumi utara, tetapi sebaliknya juga terpanjang pada bagian belahan bumi selatan.

Puasa di bulan Juni atau Desember merupakan saat yang ekstrim, selain karena lamanya puasa, bisa juga tidak ada tanda awal fajar atau tidak adanya tanda maghrib. Sedangkan batasan waktu puasa di mulai dari awal fajar dan di akhiri pada maghrib. Sedangkan batasan waktu puasa di mulai pada awal fajar dan diakhiri pada awal malam. Sebagaimana diterangkan pda QS. Al-Baqaarah: 187, yang artinya,"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari di bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu adlah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahann nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carlah apa yang ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang, bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlanh kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan Ayat-ayatnya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa."

Pada keadaan ekstrim seperti itu, di daerah lintang tinggi bisa terjadi continous twilight, yaitu bersambungnya cahaya senja dan cahaya fajar. Akibatnya awal fajar tidak bisa di tentukan dan ini berarti sulit memastikan kapan mulai puasa. Bisa juga terjadi malam terus sehingga awal fajar dan maghrib untuk memulai dan berbuka puasa tidak bisa ditentukan.

Karena saat ini umat islam telah tersebar seluruh dunia, maka para ulama telah memikirkan bagaimana cara puasa di daerah dengan waktu ekstrimitu. Ada yang berpendapat, pada saat ekstrim seperti itu pelaksanaan puasa di qadla (diganti) pada bulan lainnya seperti diusulkan oleh Saadoeddin Djambek dalam buku "Salat dan Puasa di Daerah Kutub". Tetapi pendapat seperti ini mempunyai kelemahan. Dengan meng-qadla puasa maka keutuhan ibadah ramadhan tidak sempurna.

Ada juga yang berpendapat bahwa pada keadaan ekstrim seperti itu gunakan perhitungan waktu mengikuti daerah normal di sekitarnya (Hasbi Ash-Shiddieqy dalam "Pedoman Puasa"). Pendapat untuk melakukan perkiraan waktu dilandaskan pada analogi dengan hadits tentang dajal yang diriwayatkan Muslim dari Yunus ibn Syam'an. Dlam hadits itu disebutkan bahwa pada saat itu satu hari sma dengan setahun. Kemudian ada shabat yang bertanya, "Cukupkah bagi kami shalat sehari?" Nabi menjawab, "tidak, perkirakan waktu-waktu itu".

Bila menggunakan analogi, maslahnya adlaha apakah tepat mendasarkan normal di sekitarnya. Maka lebih baik dan lebih pasti menggunakan waktu normal setempat, sebelum dan sesudah waktu ekstrim. Dengan perhitungan astronomi hal itu mudah dilakukan. Dalam keadaan ekstrim seperti itu waktu-waktu shalat dan puasa di analogi dengan waktu normal sebelumnya. Bila saat maghrib dapat di tentukan, bisa saja awal fajar dihitungberdasarkan lamanya berpuasa pada saat normal. Berdasarkan perhitungan astromonis, panjang puasa pada saat normal di seluruh dunia tidak lebih dari 20 jam. Jadi, ddengan adanya wktu minimal 4 jam untuk berbuka dan bersahur, hal itu masih dalam batas kekuatan manusia.

Kasus ekstrim tidak terjadi selamanya. Adanya perbedaan panjangnya tahun qamariyah (kalender bulan) dan tahun syamsiyah (kalender matahari) menyebabkan awal ramadhan dan hari raya selalu bergeser sekitar 11 hari lebih awal dan hala itu akan terjadi berulang. Sehingga bila ramadhan jatuh pada bulan Maret dan September, semuanya berjalan normal lagi, seperti halnya puasa di daerah ekuator. Pada sekitar bulan Maret dan September, panjang siang dan malam hampir sama di seluruh dunia.

Read more about Puasa di Negeri Dekat Kutub



Related read :

Toko Bunga Di Dekat Rumah Duka Bandengan
Toko Bunga Di Dekat Rumah Duka Bandengan - Bila seorang yang anda kenal wafat baru-baru serta pemakaman berjalan lama, Anda mungkin saja bertanya-tanya apa type karangan bunga Anda mesti kirim ke
KEKOSONGAN JAWATAN SPA NEGERI TERENGGANU
Permohonan dibuka dikalangan Warganegara Malaysia yang berumur 18 tahun dan ke atas serta berkelayakan untuk mengisi jawatan kosong Suruhanjaya Perkhidmatan Negeri Terengganu. Jawatan kosong yang
GOT7 Mengaku Lebih Populer di Luar Negeri Dibandingkan di Korea
What KPOP - Baru-baru ini GOT7 melakukan wawancara dan bicara soal popularitas mereka secara global.Mereka baru saja menuai sukses dengan album mini terbaru yang berjudul Eyes on You. Di comeback kali
5 Tips Mudah Mengontrol Berat Badan Saat Bulan Puasa
Puasa mengharuskan kita manahan lapar dan haus sepanjang hari. Sehingga, pada saat waktu berbuka, tidak jarang banyak orang yang balas dendam dengan mengonsumsi banyak makanan. Mereka hanya berpikir,